Kaisar dan Ikin

Kaisar  dan Ikin
Kaisar Ruby 250 cc

Minggu, 22 November 2009

Tentang Film hari kiamat 2012

Film 2012 dan Sinetron Indonesia.

Beredarnya film 2012 yang menceritakan tentang kejadian kiamat dipersoalkan oleh banyak kalangan. Bahkan sampai ke Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan bahkan MUI di beberapa daerah mengeluarkan fatwa melarang beredarnya filam ini di Indonesia. Sebenarnya apa sih sangkut pautnya dan mengapa MUI di beberapa Daerah seakan sangat peduli dengan masalah ini. Atau mungkin hanya mencari sensasi biar di anggap seolah - seolah sangat memperhatikan dengan pengaruh buruk baiknya moral anak bangsa. apakah memang benar.......................?
Saya memang belum menyaksikan keseluruhan film tersebut, tetapi dari cuplikan - cuplikan yang ditayangkan di beberapa stasiun Televisi bahwa film tersebut hanya menceritakan suatu kejadian yang dahsyat dan sangat mengerikan. Sebenarnya hal tersebut adalah hal yang biasa saja. Sebuah film sebagai media hiburan menyajikan sesuatu yang lain untuk dinik mati para penontonnya.
Film 2012 bukan media dakwah yang diserukan untuk dipercayai, tetapi hanya sebuah film, sebuah cerita sebagai media hiburan. fIlm 2012 hanya menggambarkan suatu kejadian yang Dahsyat, tentang kehancuran alam dengan tema Hari kamat. Adegan - adegan seperti itu sangat banyak dalam film - film lain bahkan mungkin ribuan jumlahnya. Adegan - adegan seperti itu digemari oleh sebagian orang sebagai Hiburan, walaupun mungkin sebagian nya lagi tidak suka dengan adegan seperti itu. Nah hal seperti itu kan biasa, bahwa suatu kejadian atau suatu produk apapun jenisnya ada yang suka dan ada yang tidak suka.
Film 2012 tidak mengandung Unsur Dakwah supaya orang yang nmenonton mengikuti saran - saran atau arahan orang tertentu. Artinya tidak ada unsur yang dapat merusak akidah ataupun unsur yang dapat merusak Moral Umat Manusia. Yang ceritakan adalah suatu kejadian atau adegan yang mengerikan bukan sesuatu yang berhubungan dengan realita kehidupan yang di khawatirkan akan ditiru oleh penontonnya. Jadi kalau kita mau menilainya dengan pikiran jernih tidak ada persoalan dengan film 2012.
Kalau kita mau bicara jujur dalam mengikuti perkembangan cerita atau perfilman, sebagian Perfilman Nasional kita lebih membahayakan. Cobalah ikuti dengan seksama salah satu atau judul sinetron di Nasional kita, Sinetron Indonesia, maka akan terlihat rata - rata temanya sangat membahayakan moral bangsa kita. Tetapi mengapa selama ini tidak pernah ada yang angkat bicara, mengapa tak pernah ada yang mempersoalkan, sedangkan masalahnya sangat jelas bisa merusak moral bahkan sebagian ada yang bisa merusak Akidah. Mengapa tak ada yang memperhatikan dan mengapa tak ada yang bicara hal itu. MUI pun tak pernah menanggapi hal tersebut, walaupun hal itu jelas di depan mata. Apakah hanya karena adanya kebebasan Pers, atau adanya Hak Asasi Manusia sehingga semua orang bebas menyampaikan apa saja yang mau disampaikan atau bebas berkarya apapun hasil karyanya.
Kalau kita cermati film - film sinetron produksi Negara kita Indonesia tercinta ini, sebagian besar temanya merusak moral. Dan yang npaling banyak adalah tema merampas harta orang lain dengan berbagai cara dan kelicikan. Ceritanya dilengkapi dengan teori yang jelas dan mudah ditiru. Selain tema merampas hara orang lain. Selama saya mengikuti perklembangan sinetron Indonesia Dalam waktu sepuluh tahun terakhir ini saja dapat di simpulkan bahwa tema film Sinetron Indonesia yang erbanyak adalah Merampas Harta Orang lain dengan kelicikan dan berbnagai cara. Kenudian tema menyiksa orang lain dan tema kejahatan lainnya yang lengkap dengan teori dan contoh yang bisa contoh pula oleh orang lain yang melihatnya. Kemudian Tema anak - anak sekolah yang kurang ajar, melawan guru dan guru tidak dapat berbuat apa - apa, Anak sekolah yangn hura - hura dan lain sebagainya.
Hal yang saya sampaikan ini bukan berarti Film Sinetron Indonesia tidak ada yang bertema baik. Memang ada film sinetron yang bertema baik, tapi jumlahnya sangat sedikit dan kadang - kadang masih didominasi oleh tema - tema yang tidak baik.
Sebagai akibatnya, sangat banyak kejadian - kejadian yang sering kita saksikan dalam berita tentang berbagai kejahatan yang terjadi di berbagai daerah. Dan beberapa kejadian punya kemiripan dengan apa yang terdapat dalam film - film Sinetron yang sering ditayangkan di berbagai stasiun Televisi
Lalu, kalau kondisi perfilman kita saja yang masih amburadul belum terbenahi, mengapa kita harus repot - repot mengurusi hasil karya film orang lain. Apalagi film 2012 tidak akan mempengaruhi moral bangsa menjadi buruk. Mengapa tidak kita benahi saja perfilman kita yang amburadul, kebanyakan temanya bisa merusak moral bangsa kita sendiri dan bukan tidak mu ngkin bisa merusak akidah Umat Islam.
Jadi, Baik MUI atau pihak - pihak lain yang berwenang dan yang punya kemampuan untuk berbuat, atau membuat kebijakan alangkah baiknya jika kita membenahi perfilman kita, terutamanya sinetron - sinetron. Alangkah baiaknya apabila sinetron - sinetron yang temanya sangat membahayakan dan bisa merusak Moral bangsa tidak dibenarkan ditayangkan untuk umum di Televisi

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar