Kaisar dan Ikin

Kaisar  dan Ikin
Kaisar Ruby 250 cc

Senin, 30 November 2009

Kutipan dari web Koran Riau Mandiri

Proyek Turap di Merbau Asal Jadi   PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2009 00:00   Riau Mandiri dot com / riaumandiri.com
Belum Sampai 10 Persen Dikerjakan
Bengkalis Diduga Lepas Tangan
MERBAU
–Ironis. Begitu berdiri menjadi kabupaten sendiri, Kepulauan Meranti dihadang segudang persoalan, terutama soal proyek pembangunan infrastruktur. Satu lagi proyek yang bakal bermasalah adalah pembangunan turap pemecah gelombang di
Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, yang terkesan dikerjakan asal jadi dan dipastikan tidak akan selesai sampai tahun anggaran 2009 berakhir. “Proyek turap pemecah gelombang yang dibangun Pemkab Bengkalis di Teluk Belitung ini, saya mendapat kabar menggunakan APBD tahun 2009 dan sudah selesai ditenderkan. Namun proyek turap dengan panjang 700 meter itu, sampai sekarang kondisinya belum sampai 10 persen dikerjakan oleh rekanan pemenang tender,” ungkap Budi Maridi, sekretaris Ikatan Sarjana Merbau (ISM), Selasa (10/11).
          Lebih jauh diutarakan Budi, ia tidak tahu siapa rekanan pemenang tender serta berapa total nilai proyek tersebut. Akan tetapi ujar Budi, persoalannya adalah entah rekanan atau memang ada konspirasi untuk tidak menuntaskan proyek turap tersebut, di samping keterlambatan proses tender di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bengkalis.
          Padahal tambah Budi, tahun anggaran 2009 segera berakhir dan proyek turap itu dikerjakan asal jadi, baru sekitar 30 meter dari panjang 700 meter. Pria asli Merbau itu menuturkan, ada kesan dalam kasus proyek terbengkalai di Meranti, Pemkab Bengkalis diduga lepas tangan atau sengaja membiarkan proyek itu terbengkalai dan menjadi tanggung jawab Pemkab Meranti nantinya.
          “Seharusnya proyek-proyek yang memakan waktu satu tahun anggaran bisa 100 persen tuntas dikerjakan. Sehingga nantinya beban proyek pada Pemkab Meranti menjadi berkurang, tapi sekarang justru yang terjadi adalah sebaliknya, Bengkalis meninggalkan puluhan proyek bermasalah ke Meranti ini,” tutup Budi, alumni Fisipol Unri.
Sudah Dilaporkan
Menanggapi hal tersebut Camat Merbau
Darlan AP yang dikonfirmasi mengakui kalau proyek pembangunan turap itu asal jadi, bahkan ada kesan ditinggalkan rekanan pemenang tender. Pihak UPTD Bina Marga Kecamatan Merbau sendiri sudah melaporkan soal proyek itu ke Dinas Bina Marga Bengkalis terkait tidak jelasnya kelanjutan pembangunan turap itu.
          “Pembangunan turap itu sangat dibutuhkan masyarakat sebagai langkah antisipasi abrasi yang datang setiap kali terjadi gelombang pasang. Kalau rekanan tidak melanjutkan pekerjaannya, kita akan meminta pertanggungjawaban rekanan tersebut. Kepada Pemkab Bengkalis kita juga upayakan, kalau proyek itu tidak tuntas tahun ini, supaya menganggarkan kembali tahun 2010, dan itu sudah kita laporkan,” beber Darlan. afa

Tenaga Dokter Nihil Peminat PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 November 2009 00:00
5.159 Pelamar CPNS Meranti Lulus Adm
SELATPANJANG
-Peminat seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2009 cukup fantastis. Data berkas lamaran yang sampai ke meja panitia seleksi CPNS Meranti, mencapai angka 8.000 lebih. Jumlah ini dikirim melalui PT Pos dan Giro di Meranti sebanyak 7.741 berkas dan 300 berkas lainnya berasal dari luar Meranti. Dari jumlah ini, hingga Selasa (10/11) sore, tercatat sebanyak 5.159 orang pelamar yang dipastikan lulus seleksi administrasi. Selebihnya, dinyatakan gugur, termasuk lamaran yang dikirim melalui Kantor Pos dan Giro di luar Meranti.
          "Ini entry data kami terakhir hingga sore ini (kemarin, red). Jumlah ini kemungkinan besar akan bertambah hingga pengumuman pada 12 November mendatang, sebab pemeriksaan berkas lamaran dan entry data diperkirakan baru akan rampung malam ini (tadi malam, red)," jelas Kepala Bagian Urusan Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Meranti, yang juga Sekretaris Panitia Seleksi CPNS Meranti, Sariah, ditemui di kantornya, Selasa (10/11).       
         Sebanyak 5.159 pelamar yang dinyatakan lulus seleksi ini, akan memperebutkan 507 kursi yang dijatahkan pusat untuk Meranti. Jumlah ini tersebar ke berbagai formasi yang disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan. Ada formasi guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Secara rinci papar Sariah, dari 5.159 lamaran yang dinyatakan lulus seleksi administrasi tersebut, terbanyak peminatnya adalah jenjang pendidikan SMU/SMK. Padahal jenjang pendidikan ini hanya menyediakan sebanyak 28 kursi.
 Bagi lamaran yang dinyatakan lulus seleksi, Sariah menyebutkan, akan diumumkan di sejumlah tempat, termasuk kantor pemerintahan dan lainnya. Sesuai jadwal, pada 12-15 November mendatang, peserta dinyatakan lulus seleksi bisa mendaftar ulang.         
         Hingga penghitungan entry data terakhir kemarin dari 5.159 pelamar yang dinyatakan lulus administrasi, sebanyak 2.285 berkas di antaranya jenjang SMA/SMK. Peserta yang dinyatakan tidak lulus, ada yang tak memenuhi syarat, seperti tidak menyertakan sertifikat komputer, terlewat usia, dan ada pula yang lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
"Bagi lulusan MAN secara otomatis tak lulus, karena kita tak membuka kualifikasi pendidikan tersebut," ujarnya. Jumlah lamaran dari jenjang pendidikan MAN ini mencapai ribuan berkas.
          Sedangkan jenjang pendidikan D2 sebanyak 609 berkas dinyatakan lulus, D3 858 berkas lulus dan jenjang S1 1.407 berkas dinyatakan lulus seleksi.
Jumlah ini kata Sariah, bisa saja mengalami penambahan mengingat penghitungan belum lagi tuntas.
          Sariah menduga, membludaknya berkas lamaran yang masuk ke Meranti ini, karena adanya opini yang berkembang di masyarakat bahwa Meranti memerlukan tenaga CPNS cukup banyak. Padahal jumlah yang direkrut Meranti, terbilang kecil dibanding daerah lain di Riau.
Nihil Pelamar
          Kendati berkas lamaran yang masuk cukup membludak, namun dikatakan Sariah, terdapat sejumlah formasi yang nihil pelamar. Yakni untuk formasi tenaga kesehatan dokter spesialis yang disediakan untuk delapan orang tenaga dokter. Di antaranya, dua dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter spesialis anak, 2 dokter spesialis kandungan dan 2 dokter spesialis bedah. Selain itu, dua jabatan lain di formasi tenaga teknis juga mengalami nasib sama. Yakni kualifikasi dokter hewan untuk jabatan medic veteriner satu orang dan S1 jurusan meteorologi untuk jabatan penera satu orang.
"Untuk jabatan yang kosong peminat ini akan kita carikan solusi untuk mengisinya. Sebab tak mungkin formasi dibiarkan kosong," kata Sariah. afa



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar