Kaisar dan Ikin

Kaisar  dan Ikin
Kaisar Ruby 250 cc

Senin, 14 September 2009

Cerita Tentang Seorang Musafir Mencari Keadilan Tuhan

KISAH POHON BERINGIN DAN LABU MANIS

D Di suatu perkebunan yang luas banyak terdapat pohon - pohonan dan tanam - tanaman. Ada bermacam - macam jenis tanam - tanaman terdapat disana. Ada tanaman yang menjalar, ada tanaman yang berpohon kecil dan ada pula yang berpohon besar. Diantara pohon - pohon dan tanam - tanaman itu ada sebatang pohon beringin yang berdekatan dengan tanaman labu manis. Sesuai bentuk alamiahnya Pohon beringin mempunyai batang yang tinggi besar berdaun rindang. Besar pohon beringin itu kira - kira dua pelukan orang dewasa. Terlihatlah pohon beringin iru berdiri megah. Pohon Beringin itu sedang berbuah lebat, dan buah pohon beringin itu kecil - kecil kira - kira seukuran ujung jari kelingking orang dewasa.
Di dekat pohon beringin itu, tepatnya dibawahnya terdapat tanaman labu manis. Sesuai bentuk alamiahnya labu manis hidupnya menjalar. Batangnga kira - kira sebesar jari kelingking orang dewasa. Labu manis itupun sedang berbuah lebat. Ukuran buah labu manis kira - kira sebesar kepala orang dewasa atau sebesar buah kelapa atau sedikit lebih besar lagi.
Pada suatu waktu dalam cuaca yang amat panas, lewat lah seorang lakil- laki yang sedang melakukan perjalanan dan kecapean. Begitu ada pohon beringin yang besar dan rindang laki - laki tersebut tertarik untuk berteduh dan istirahat sebentar dibawah pohon beringin tersebut. Dibawah terik matahari, berteduh dibawah pohon yang rindang membuat laki - laki itu merasa sangat menikmati istarahatnya. Apalagi dengan tiupan angin yang spoi - spoi membuat laki - laki itu makin terlena.
Sambil duduk menikmati istarahatnya laki - laki itu memandangi sekelilingnya. Terlihatlah Pohon Beringin tempatnya berteduh. Lakil-laki itupun berpikir," alangkah kuatnya pohon beringin ini. Pohonnya besar, tegap kekar dan daunya rindang". Terlihat pula buahnya yang lebat dengan ukuran kira - kira sebesar ujung jari kelingkingnya."
Laki - laki itu terus memandangi sekitarnya. banyak pohon - pohon dan tanaman lain di sekelilingnya. Kemudian pandangan laki - laki itu tertumpu pada buah Labu manis yang tidak jauh dari tempatnya duduk istirahat. Buah labu manis yang besar - besar itu mengusik perhatian laki - laki itu. Dalam keadeaan demikian laki - laki itu sempat berpikir dan menghayalkan buah labu manis itu. " alangkah enaknya kalau labu manis ini sudah tua kemudian dibuat makanan". Sambil berpikir demikian laki - laki itu terpikirkan tentang ukuran buah labu dibandingkan dengan batangnya.
Dalam keadaan melamun sambil berpikir, dengan tak disadari masuklah syaitan dalam diri laki - laki itu, sehingga sepontan dia pun berpikir yang aneh sambil menggerutu. " Tuhan itu tidak adil, memang benar - benar tidak adil," gumamnya dalam hati. " Masa pohon Beringin yang tegap, kekar, dan rindang dengan dahan - dahannya yang kuat buahnya hanya kecil - kecil seukuran ujung jari kelingking. Sedangkan Labu manis yang batangnya kecil, hidupnya hanya menjalar tetapi buahnya besar-besar. Tuhan memang benar-benar tidak adil" Begitulah pikiran lelaki itu sambil melamun dan telah dirasuki syaitan dalam dirinya.
Dalam keadaan masih melamun, tiba - tiba lelaki itu dikejutkan oleh sesuatu yang menyentuk kulitnya. terasa sedikit perit. Kemudian laki - laki itu tersadar, dan melihat apa yang telah membuat menimpanya hingga terasa perit. ternyata laki - laki itu tertimpa buah beringin yang jatuh dan mengenai tubuhnya.
Kemudian laki - laki itu tersadar, dan mengucap serta mintak ampun pada Tuhan. Terdengar ucapannya " Astaghfirullah hal azim. Ampuni aku ya Allah, aku telah berdosa. Aku telah berpikir yang salah. Engkau memang benar - benar adil ya Allah, engkau sangat adil". Kemudian terlihat laki - laki itu berpikir lagi dan terdengan ucapannya lagi " Untung buah beringin itu kecil - kecil. Seandainya buah beringin itu sebesar labu manis, dan aku tertimpa buah yang sebesar buah labu manis itu dari ketinggian pohon beringin yang tinggi, apa jadinya". Laki - laki itu merasa ngeri membayangkan seandainya dia tertimpa buah beringin yang sebesar buah labu manis. Terdengar lagi dia berbicara sendiri " Ya Allah, engkau benar - benar adil dalam menciptakan makhlukmu, ampuni aku ya Allah"
Hikmah yang dapat di ambil dari cerita ini adalah :
Bahwa jangan pernah meragukan akan Keadilah Tuhan, Jangan pernah berpikir tidak baik dengan apapunn yang telah ditentukan Tuhan. Semua ketentuan Tuhan untuk makhluknya adalah sesuatu yang terbaik bagi makhluknya. Mudah - mudahan tulisan ini dapat menambah keteguhan keimanan kita kepada Allah SWT Maha pencipta, Maha Besar, Maha Agung, Maha Bijaksana, Maha adil. Dan semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua. Amiiiiiiiin.

1 komentar:

PUTRA PULAU PADANG mengatakan...

Kepada para Pembaca yang membaca Tulisan ini, salam kenal, mudah - mudahan ada informasi atau data yang berguna untuk anda. Jika anda memiliki kesan - kesan selama membaca blog ini atau anda ingin mengomentari, silakan tulis komentar anda di kolom Komentar. Terimakasih anda telah menyempatkan diri mampir di blog saya ini.

Posting Komentar